Text
Laut Pasang, 1994 Special Edition
Peristiwa yang menghancurkan seluruh kota dalam waktu singkat.
Tujuh raga menyedihkan menjadi saksi bagaimana gilanya gelombang pasang malam itu. Malam terakhir penuh bintang, seindah senyuman ibu enam tahun silam.
"Apta! Esa! Pegang tangan Mas yang kenceng!"
Kalimat itu menjadi kalimat terakhir Khalid sebagai usahanya yang ternyata sia-sia. Semuanya terjadi begitu cepat, air laut naik kepermukaan lebih ganas dari dugaannya dan mampu memisahkan genggaman tangan mereka satu sama lain tanpa belas kasihan.
"Bagaimana pun takdirnya nanti, tujuh ya akan tetap tujuh. Ingat kata Si Mbah, kalau kita itu satu, satu jiwa yang terbagi di tujuh raga berbeda."
| 26SR0014 | 813 LIL l | My Library (Rak 800) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain