Text
Seribu Cahaya di Langit Cinta
Fandi sangat membenci ide teman-temannya untuk "mondok". Tak terbayang, betapa membosankannya hidup dalam lingkungan yang penuh keteraturan dan peraturan. Tentunya sangat bertolak belakang dengan hobinya bermain musik.
Bagi Fandi, semua pondok pesantren sama saja. Begitupula dengan Pondok Pesantren Al-Hikmah, sebuah pondok pesantren baru di kampungnya. "Alasan utama bagiku untuk tidak mau mendekati pesantren adalah karena aku tak mau terjangkit penyakit 'Islam kolot..... pikir Fandi.
Nyatanya, beberapa hari kemudian, Fandi mendapati dirinya sudah berada di lingkungan Pondok Pesantren Al Hikmah. Ketidaksukaannya pada pondok pesantren telah dikalahkan oleh rasa cintanya kepada Kartika. Demi bisa berdekatan dengan gadis pujaan hatinya itu, la pun rela menjalani kehidupan sebagai santri.
Setelah menjadi santri, Fandi menemukan bahwa pesantren tidaklah sesuram yang ia bayangkan. Baginya, Pesantren Al Hikmah telah menjadi langit cinta yang dihiasi oleh warna-warni seribu cahaya, Banyak hal yang bisa ia pelajari di tempat itu, terutama menyangkut masalah cinta... Dapatkah Fandi menemukan arti cinta yang sesungguhnya di tempat itu?
Novel ini merekam realitas kehidupan di pondok pesantren dengan jujur dan apa adanya. Meskipun kerap menerima tudingan miring dan sering dianggap kolot, pondok pesantren selama bertahun-tahun tetap menjadi alternatif pilihan bagi mereka yang ingin mendalami agama dan mau memahami arti cinta yang lebih luas...
| 23SR0487 | 808.3 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain